Mencegah Benih Korupsi Dengan Pendidikan Karakter


Foto: Dokumen Pribadi Nurul Nur Aini

Oleh: Nurul Nur Aini*

Korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) sehingga membutuhkan upaya yang luar biasa untuk memberantasnya. Korupsi merupakan problematika yang selalu ada disetiap belahan dunia yang tidak ada habisnya, tentunya tak lupa juga di negara kita Indonesia. Korupsi yang terjadi semakin lama semakin parah dan dianggap hal yang biasa dilakukan, hal ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat sangat rendah terhadap para pemimpin ataupun pejabat. 

Hal-hal kecil seperti menyontek dan menitip absen di lingkungan kampus merupakan bibit-bibit kecil pemantik terjadinya perilaku korupsi, hal tersebut dapat menciptakan pemerintah dan pemimpin yang korup karena terbiasa sejak dini melakukan hal tersebut sehingga nantinya dianggap hal yang wajar. 

Upaya pemberantasan korupsi yang efektif dan komprehensif membutuhkan partisipasi banyak pihak, pemberantasan korupsi tidak dapat hanya dilakukan seorang diri, tidak terkecuali pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Pemuda perlu dilibatkan karena mengacu kepada sejarah bangsa Indonesia di mana pemuda selalu menjadi pelopor perubahan dari jaman penjajahan sampai era reformasi, oleh karena itu peran pemuda secara aktif dalam mengatasi permasalahan korupsi melalui tindakan pencegahan sangat diperlukan. Hal yang sering digaungkan kepada pemuda di saat masa perkuliahan yaitu agen of chage dimana pemuda diharapkan dapat membawa perubahan-perubahan yang baik untuk kedepannya terutama dalam pemberantasan korupsi. Penanaman karakter kepada pemuda dalam memberantas korupsi yang dilakukan  sejak dini diharapkan pada saat menjadi pemimpin kelak dapat menjadi pemimpin yang mampu menjaga diri dari perbuatan yang merugikan orang banyak. 

Pendidikan karakter (PENDIKAR) yang telah berlangsung sejak tahun 2012 ini merupakan pengembangan potensi peserta didik berbasis karakter yang termasuk dalam salah satu tujuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berdasarkan Renstra Kemendikbud 2020-2024. Program Pendikar merupakan salah satu program unggulan dalam proses reakreditasi kampus. Program Pendikar memiliki program yang berbasis agama yang diperkuat dengan berbasis bela negara dan antikorupsi. Program Pendikar yang berbasis agama diharapkan dapat mencegah perbuatan korupsi dalam segi nurani dan nilai kebaikan yang ada pada masing-masing agama, karena tidak ada satupun agama atau keyakinan yang mendukung perbuatan tercela salah satunya yaitu korupsi yang merugikan banyak orang. Dalam pelaksanaannya program Pendikar dinilai baik dan memengaruhi sedikit banyaknya pada mahasiwa/i yang mengikuti program tersebut dengan baik, dimana banyak nilai antikroupsi yang diterapkan dalam pelaksanaanya.

Perguruan tinggi sebagai tombak intelektual bagi mahasiswa dalam pembentukan karakter dan watak, serta pola pikir maupun perilaku anti korupsi di masa perkuliahan diharapkan secara maksimal dapat diterapkan pada kehidupan selanjutnya setelah selesai dari dunia perkuliahan sehingga hal tersebut dapat berdampak positif ke segala aspek kehidupan.

Pencegahan anti korupsi memang sulit dilakukan seorang diri, tapi hal terpenting yang dapat dilakukan yaitu membentengi diri dan menanamkan nilai-nilai anti korupsi yang ada pada diri sendiri. 

Banyak masa depan yang dapat diselamatkan jika dana korupsi yang diperoleh para koruptor disumbangkan pada sektor pendidikan, sosial maupun ekonomi sehingga manusia tidak menderita kelaparan, bayi tidak mengalami kekurangan gizi bahkan kematian karena ekonomi yang mecekik tidak terjadi jika para pejabat tidak melakukan korupsi. 

Yuk dimulai dari kita sendiri berlaku jujur dan menanamkan nilai antikorupsi. Panjang umur kebaikan yang masih dilakukan oleh orang-orang baik yang tidak melakukan korupsi meski peluang dan kesempatan ada didepan mata.

*Alumni Sakti Pontianak
Sholeh el arif
hai, manteman kenalin nama saye Sholeh el Arif. sebut saja, Sholeh sebagai hewan yang berotak.! Ingin kenal lebih jauh tentang ku? sile kunjungi IG: sholehelarif FB: Sholeh KPI

Baca Juga

Posting Komentar