Evaluasi Pembelajaran KPI Gelar Workshop Kurikulum

 

Dr. H. Harjani Hefni dan Prof. Dr. Ibrahim Memberikan Materi Pada Acara Workshop Kurikulum KPI

Pontianak, DIGULIS.ID - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menyelenggarakan Workshop Kurikulum. Kegiatan ini dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan tatap muka dengan peserta terbatas di Hotel Aston Pontianak, pada Jumat (20/08/2021).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut  Ketua Umum Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam Mohammad Zamroni, M.Si. Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ibrahim, MA. Dekan FUAD, Muhammad Edi Kurnanto, M.Pd. Wakil Dekan 1 FUAD, Dr. H. Harjani Hefni, Lc, MA. Kaprodi KPI, Sekretaris Prodi dan Dosen KPI serta mahasiswa KPI.

 

Ketua Prodi KPI, Muhammda Habibi mengungkapkan review kurikulum diperuntukkan guna mengevaluasi kekurangan mata kuliah sebelumnya dan mencari mata kuliah yang relevan dengan perkembangan masyarakat dan keilmuan.

 

“Review kurikulum dimaksudkan juga sebagai upaya program studi melihat kembali visi misi dan juga mata kuliah yang diajarkan yang muaranya adalah terciptanya kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Untuk itu setiap mata kuliah dilihat kembali urgensi dan relevansinya untuk diganti atau dihilangkan,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

 

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Dr. Muhammad Edi Kurnanto mengungkapkan dalam sambutannya bahwa kurikulum merupakan nyawa bagi sebuah program studi dan dari sana rencana pendidikan dimulai.

 

“Dari kurikulum kita bisa coba merencanakan semua penyelenggaraan pendidikan dan dari kurikulum juga kita akan mengetahui output prodi akan dibawa kemana agar bisa diterima dan bisa mendatangkan kebaikan bagi bangsa, negara dan juga agama,” ungkapnya.

 

Peserta Workshop Fokus Mendengarkan Pemaparan Materi

Wakil Dekan I FUAD, Dr. Harjani Hefni sebagai pemateri pertama dalam kegiatan tersebut mengatakan sejak tahun 2017 FUAD sudah memiliki persyaratan dan komitmen untuk terus memperbaharui kurikulum dalam empat tahun sekali.

 

“Berapa tahun tersebut kita tinjau kembali kurikulumnya, agar selalu bisa mengikuti perkembangan zaman sehingga para lulusan kita bisa memanfaatkannya ketika mereka keluar dari IAIN Pontianak dan khususnya dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam,” jelasnya

 

“Empat tahun sepertinya tidak lama, tetapi perkembangan dunia hari ini sangat cepat oleh karena itu kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jika kita tetap bertahan dengan kurikulum yang ada dikhawatirkan mahasiswa yang kita lahirkan adalah mahasiswa jadul. Mahasiswa tidak akan bisa beradaptasi dengan lingkungan yang sudah sangat berubah,” tambahnya.

 

Pemateri kedua dari Lembaga Penajamin Mutu (LPM), Prof. Dr. Ibrahim menegaskan berbicara kurikulum tidak hanya tentang nama mata kuliah, tapi juga bicara aspek lain, mulai dari standar potensi, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, penilaian dosen, pengelolaan, dan penilaian mahasiswa adalah aspek perumusan kurikulum.

 

Dilanjutkan oleh Pemateri ketiga yang hadir secara online, Ketua Umum Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis), Mohammad Zamroni, M.Si. “KPI punya lahan sendiri, potensi sendiri, jangan merebut lahan orang, tetap konsisten dengan ranah keilmuan yang ada di KPI,” tegasnya sebagai penutup materi.


Reporter    : Yunita Sari

Editor        : digulis.id

Baca Juga

Posting Komentar