Gubernur Kalbar Buka Simposium Nasional Pendidikan Inklusif

Tampak dilayar Gubernur Kalimantan Barat menghadiri Simposium Nasional secara online, sekaligus membuka acara. Foto: Sholeh

Pontianak, DIGULIS.ID - Simposium Nasional  di selenggarakan Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Tanjungpura, secara resmi dibuka  Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji pada, Kamis (15/10/20). Bertempat di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Masih dalam masa pandemi covid 19, maka kegiatan ini dilaksanakan baik secara offline maupun online dengan sambutan antusias peserta.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M. Hum  hadir secara virtual  resmi membuka kegiatan Simposium Nasional Implementasi kebijakan merdeka belajar dalam sistem pendidikan inklusif untuk meningkatkan IPM Kalimantan Barat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pendidikan atas dilksanakannya Simposium Nasional ini.

"Saya pribadi mengucapkan terima kasih atas diadakannya Simposium Nasional ini, tentunya dalam rangka untuk mengimplementasikan kegiatan atau mencari model untuk kegiatan merdeka belajar, " ujarnya. 

Khususnya, pada pendidikan inklusif atau anak-anak berkebutuhan khusus dalam rangka meningkat kan IPM di Kalimantan Barat.


Foto peserta yang menghadiri Simposium Nasional secara offline.

Karena, memang IPM di Kalbar masih di bawah angka rata nasional karena baru sampai 68 persen, sementara nasional 70 persen. Peningkatannya satu tahun hanya 1 persen dengan perjuangan keras, Kelemahannya lama belajar masih 7, 3 tahun atau kelas 2 SMP.

"Nah ini yang perlu kita carikan jalan keluarnya, Untuk mencari solusi dan terobosan dalam mengejar IPM itu salah satunya, yang perlu diberikan adalah mereka - mereka yang berkebutuhan khusus," lanjutnya dalam sambutannya.

"Saya konsen betul dengan pendidikan berupa peningkatan IPM termasuk anak anak berkebutuhan khusus, bahkan pemprov sudah siap penuhi hak hak bagi mereka, perlu mencarikan model-model di negara lain yang bisa diterapkan di sini" tegasnya.

Selanjutnya, Gubernur sangat mengharapkan melalui Simposium Nasional ini, bisa menemukan model yang pas.

"Saya berharap, melalui kegiatan ini bisa memberikan model yang pas gitu, agar mereka bisa mendapatkan layanan sistem pendidikan yang setara dengan yang lain," harapnya.

Simposium Nasional menghadirkan empat narasumber yakni Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Dr. Samto, Pakar Pendidikan Inklusi Fakultas Psikologi UGM, Dr. Elga Andriana, Rektor Untan Pontianak, Prof. Garuda Wiko, SH, M.Si, dan Praktisi Pendidikan Inklusi, Fitri D Abassuni.

Peserta online sangat antusias mencapai 300 orang terdiri dari 11 provinsi di Indonesia. Sedangkan peserta offline sebanyak 22 orang terdiri dari anggota dewan pendidikan Kalbar, dinas pendidikan, PKBM, SLB, dan Perusahaan. Akhir dari simposium akan melahirkan rencana tindak lanjut yang diharapkan menjadi bahan rekomendasi dalam implementasi kebijakan pendidikan Inklusi di Kalimantan Barat.

Reporter: Sholeh

Editor: DIGULIS.ID

Sholeh el arif
hai, manteman kenalin nama saye Sholeh el Arif. sebut saja, Sholeh sebagai hewan yang berotak.! Ingin kenal lebih jauh tentang ku? sile kunjungi IG: sholehelarif FB: Sholeh KPI

Baca Juga

Posting Komentar