Wajib Tahu, 7 Manfaat Menikah Saat Kuliah

Ilustrasi/Net
Oleh : Mia Febriyanti

DIGULIS.ID - Menikah saat kuliah, wow, mungkin ada sebagian yang menganggap pilihan untuk menikah di usia muda atau menikah saat kuliah adalah hal ekstrem atau bahkan ada yang menganggap orang yang ingin menikah saat kuliah itu “orangnya lagi ngebet”.

Namun menikah saat kuliah bukanlah suatu hal yang salah lho. Bahkan pilihan untuk menikah saat masih duduk dibangku perkuliahan, bisa saja memiliki keuntungan keuntungan yang tidak di sadari dan di duga oleh kita.

Nah, disini saya ingin memaparkan beberapa manfaat menikah muda bagi mereka yang masih duduk dibangku perkuliahan, diantaranya :

Menghindari Zina
Manfaat pertama dan utama bagi mahasiswa yang menikah saat kuliah, tentunya ialah mereka akan terhindar dari zina. Sebab jika didefinisikan zina memiliki beberapa jenis, yaitu zina mata, zina mulut, zina tangan, dan lain sebagainya. Sudah barang tentu mereka yang memilih untuk menikah saat kuliah dapat berpacaran secara halal melalui ikatan pernikahan dan tanpa harus melakukan zina.
Seperti sebuah hadtis mengatakan : “Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka menikahlah, karena pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Siapa saja yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu perisai bagi dirinya.” (al-Bukhari).

Bercinta dengan Cara yang Halal
Sebagai manusia tentulah sudah kodratnya untuk saling mencintai dan dicintai. Namun, terkadang banyak pemuda pemudi yang memilih jalan yang salah untuk merealisasikan rasa cinta mereka. Sehingga naudzubillah, sering kita dengar belum tamat sekolah tiba tiba sudah menikah karena “kecelekaan yang disengaja”, belum menikah namun telah berhasil mendapatkan keturunan. 

Sungguh hal ini adalah hal yang paling di takutkan para orang tua ketika anak anak mereka sedang merantau untuk melanjutkan pendidikan. Sebab, jauh dari orangtua terkadang akan membuat anak lepas kendali, sehingga hal inilah yang menjadi pemicu hal yang tidak diinginkan terjadi. Sehingga, jika kamu sudah memiliki calon untuk menikah meskipun sedang berkuliah, pilihan untuk menikah muda sebenarnya bukanlah hal yang salah. Sebab setelah menikah kita akan merasakan manisnya bercinta dengan cara yang halal. Dan nilai plusnya adalah orangtua tidak akan pusing pusing memikirkan pergaulan anaknya.

Bisa Selalu Bersama
Tidak di pungkiri saat masih berpacaran atau saat sedang dekat dengan seseorang, tentulah kita akan selalu ingin bertemu dengannya dan ingin selalu berada di dekatnya. Seperti kata Dilan, “Kamu jangan rindu, kau nggak akan kuat, biar aku saja.” Nah, ungkapan rindu memang sering di ungkapkan para muda mudi yang sedang berpacaran. Namun, perlu diketahui bahwa menahan rindu itu juga dapat beresiko terhadap kesehatan lho. 

Mengutip dari dosenpsikologi.com, ada 13 fakta pskilogi tentang rindu. Diantaranya ialah,  emosional, dimana seseorang yang sedang mengalami rindu biasanya akan membuat seseorang akan lebih mudah larut dalam perasaan emosi dan tidak stabil dalam bersikap dan berfikir. Selain itu, rindu yang terlalu berat terhadap seseorang juga dapat menurunkan nafsu makan. Sebab seseorang yang sedang rindu terutama kaum wanita, biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan, dan akibatnya bisa ditebak, berat badan turun secara drastis. 

Melihat beberapa efek dari rindu tersebut, tentunya lebih baik jika kita mengobati rindu itu dengan jalan pernikahan. Dimana setelah menikah, otomatis kita akan selalu melihat wajah orang yang di rindukan sebab hari hari kita bisa selalu bertemu dan bersama dengannya tanpa harus mengatur jadwal untuk bertemu apalagi menahan rindu.

Lebih Bahagia
Siapa yang tidak bahagia jika mereka bisa hidup bersama dengan orang yang sangat mereka cintai dalam sebuah ikatan pernikahan. Tentunya mereka yang memutuskan untuk menikah muda, bisa saja akan lebih bahagia dari mereka yang belum menikah. 

Kenapa demikian? sebab mereka yang telah menikah, mereka akan memiliki sosok yang siap untuk mendukung mereka saat mereka sedang berjuang dan siap untuk menyemangati saat sedang sedih. Sehingga mereka yang telah memiliki pasangan akan mendapatkan kebahagian lebih saat kita telah hidup bersama dengan pasangan mereka. Bahkan, ketika sedang banyak tugas kuliah, sang pasangan bisa saja lho menemani kita yang sedang sibuk dengan tugas kuliah. 

Ya, hitung hitung berada disamping kita dan menyemangati kita, bahkan bisa jadi teman bergadang lho. Tentunya, bahagia bukan mengerjakan tugas sambil di dampingi oleh orang yang di sayang.

Menghindari Omongan Negatif Masyarakat
Disaat masih berpacaran, tentulah berbagai argument negatif muncul dari mulut masyarakat disekitar tempat tinggal kita. Terutama kalangan ibu ibu rumah tangga yang akan selalu mengomentari kita ketika sedang berboncengan atau dilihatnya sedang berdua. Komentar negatif tersebut memang tidak salah, namun sebagai kaum muda tentulah kita akan merasa risih dengan komentar komentar negatif dari masayarakat. Sehingga untuk menghindari agar tidak terus menurus mendengar komentar negatif tersebut, satu diantara solusi yang paling baik ialah menikah.

Bisa Lebih Dewasa
Mereka yang memutuskan untuk menikah muda, tentulah akan mengarungi suka duka kehidupan rumah tangga. Nah, melalui sebuah proses ini lah mereka bisa lebih meningkatkan kedewasaan diri melalui segala kesibukkan rumah tangga dan kesibukkan kuliah sehingga mereka dapat terlatih lebih dewasa dalam mengatur waktu dan permasalahan kehidupan. Kesibukan rumah tangga yang di maksud ialah, untuk yang perempuan mereka akan belajar untuk bertanggung jawab memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian suami dan lain lainnya. 

Sehingga, kesibukkan antara mengatur jadwal kuliah dan mengurus rumah lama kelamaan akan bisa tertata dengan rapi. Melalui proses memanajemen waktu akan tercipta dan kedewasaanpun akan tecipta dengan sendirinya. Sedangkan untuk prianya mereka akan dilatih untuk bekerja dan mencari nafkah, sehingga mereka terbiasa bertanggung jawab dan tidak terbiasa manja dan hanya meminta uang terus kepada keluarga.

Ibadah yang Menyenangkan
Tidak bisa dipungkiri pacaran setelah menikah akan lebih indah dibandingkan pacaran dulu baru menikah. Sebab ketika menikah maka banyak hal menyenangkan yang dapat kita lakukan namun juga bernilai ibadah. Seperti membuat masakan kesukaan suami dengan senang hati, tersenyum kepada suami, memandang wajah suami dengan penuh cinta dan lain sebagainya yang tentu masih banyak hal menyenangkan yang bernilai ibadah saat telah menikah. Sehingga ada sebuah hadits yang mengatakan “Tidak ada romantisme yang lebih indah bagi dua orang yang saling mencintai selian menikah.” (Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan dishahihkah oleh Albani).

Namun jika Anda masih takut untuk menikah muda, maka berfikirlah bahwa setiap pernikahan pasti ada konflik, jadi jangan takut jika Anda mengalami konflik di dalam pernikahan dan jangan berfikir bahwa penyebab konflik hanyalah faktor ketidaksiapan karena belum dewasa dan belum siap secara materi dan mental. Sebab orang tua zaman dahulu juga menikah muda dan usia pernikahan mereka sampai kakek nenek hingga maut memisahkan mereka.

Rezeki itu ditangan Allah. Sehingga jangan takut kalau menikah di saat kuliah dan belum punya pekerjaan tetap akan menyebabkan anda tidak menikah. Sebab Rezeki di tangan Allah bukan di tangan manusia, asalkan hamba-Nya mau berusaha maka Allah tidak akan membiarkan umat-Nya dalam kesusahan. 

Seperti dalam sebuah ayat yang berbunyi, "Nikahkanlah orang-orang yang sendirian (jomblo) di antara kamu, dan orang-orang yang patut (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan erempuan. Jika mereka miskin,  Allah akan cukupkan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (an-Nur : 32)
DIGULIS.ID
Media online millenial yang dikelola oleh Klub Jurnalistik IAIN Pontianak sejak 2019

Baca Juga

Posting Komentar